Dewa dan Dewi Dalam Tradisi Celtic – Bagian 1

Energi alam semesta yang hidup, sebagaimana dalam kepercayaan bangsa Celtic menyebutnya sebagai Dewa dan Dewi mereka yang bertanggung jawab atas kelimpahan, kemakmuran atau kesejahteraan yang mereka terima. Para Dewa dan Dewi mengekspresikan energi mereka berupa inspirasi, kelimpahan, kesuburan, keterampilan merangkai syair dan lagu, keberanian para pahlawan, keterampilan artistik dan kreatif, dan paling penting kefasihan tutur kata (seperti membaca spell atau mantra-mantra doa).

Bangsa Celtic tidak menyembah bulan dan matahari dalam pengertian sesungguh nya, tetapi mereka sangat memperhatikan dan menghormati pola-pola dan sifat siklus dunia di sekeliling mereka; apa yang mereka temukan didalam kegelapan, berubah menjadi terang, lalu berubah menuju kegelapan kembali, energi yang terdapat dalam hutan-hutan suci, sungai-sungai, hewan, dan tanaman tanaman itu sendiri. Tiap-tiap unsur yang diberikan oleh para dewa dan dewi dianggap sebagai sesuatu yang suci atau kudus; dan mereka percaya menjembatani antara kekuatan alam dewa/dewi dengan manusia sering juga disebut sebagai druid. Druid memiliki tugas untuk menjaga keseimbangan alam yang tertanam pada energi disekelilingnya dan energi yang tertanam dalam setiap diri manusia.

Bangsa Celtic selalu menyesuaikan energi mereka dengan sifat suci dari tanah yang mereka tempati, dilambangkan oleh dewi kebebasan; dihubungkan dengan cinta, kematian, dan seksualitas, dan tempat para dewa lain yang diletakkan sebagai anak-anak laki-laki dan perempuan. Para pahlawan besar menjadi anak-anak laki-lakinya, dan mereka yang membantu dan menyembuhkan, menjadi anak-anak perempuannya. Banyak dewa dan dewi ini adalah para dewata setempat yang terhubung dengan kekuatan energi sebuah tempat yang dianggap keramat maupun sebagai energi spirit yang dihubungkan dengan pengelompokan bintang yang diakui oleh banyak budaya dan negeri-negeri jauh.

Meskipun para filsuf banyak menyiarkan secara luas mengenai eksistensi para Dewa Dewi mitologi Yunani atau Romawi, jauh sebelum kedatangan agama Kristen namun para Dewa Dewi celtic masih diakui secara samar-samar. Akan tetapi, walaupun kepercayaan bangsa Celtic sudah tua dan tertinggal banyak para manusia kembali mempelajari tentang ini, beberapa dewa dewi dalam kepercayaan Celtic dipercayai sebagai energi alam jaman dahulu yang membentuk kita sampai sekarang ini.