Faery atau Peri dalam kebudayaan Celtic adalah spirit atau roh alam yang menempati Irlandia jauh sebelum kedatangan bangsa Celtic. Menurut legenda, saat kedatangan Putra dari Mil, yang disebut sebagai Para Gales (manusia) bertempur dan mengalahkan Tuatha De Danann (Para .
Dalam legenda Bangsa Celtic disebutkan terdapat entitas yang dijuluki sebagai “Dewa Baik”, “Dewa Bapak Yang Agung”. Ia adalah dewa Irlandia, bernama Daghdha, Dewa yang memiliki kekuatan dan daya yang sangat besar, menguasai kawah dan memiliki sebuah tongkat. Kawahnya melambangkan .
Dalam budaya Celtic, para Dewi memainkan peran vital dalam legenda dan mitos, mereka sering dianggap lebih penting daripada mitra-mitra pria mereka (para dewa). Mereka dianggap lebih berkuasa, bahkan dapat berganti-ganti kekasih sesuai dengan kebutuhan mereka atau apabila ada seorang .
Semua suku Bangsa Celtic memiliki suatu kepercayaan yang sama dalam kehidupan sehari-hari, mereka percaya bahwa setiap tindakan, perbuatan baik dan hubungan antara manusia atau alam semesta bersifat relijius. Tidak ada perbedaan antara pekerjaan, tindakan sehari-hari dengan ritual keagamaan. Karena .
Energi alam semesta yang hidup, sebagaimana dalam kepercayaan bangsa Celtic menyebutnya sebagai Dewa dan Dewi mereka yang bertanggung jawab atas kelimpahan, kemakmuran atau kesejahteraan yang mereka terima. Para Dewa dan Dewi mengekspresikan energi mereka berupa inspirasi, kelimpahan, kesuburan, keterampilan .
Para spirit warisan dari tradisi Bangsa Celtic menyimpan rasa hormat terhadap bumi yang kita pijak, laut yang kita sebrangi, langit yang menutupi dan terutama semua kelimpahan energi positif yang diberikan alam semesta ini kepada kita sebagai pewarisnya. Dan mungkin .
Bangsa Celt adalah bangsa yang bermigrasi dengan jejak yang dapat ditelusuri dari akar-akar rumpun keturunan Indo-Eropa pada masa awal, masing-masing suku atau klan mencari negeri baru dan membawa bersama mereka sejarah dan tradisi dari leluhur mereka. Seiring berjalannya waktu, .
Spiritualitas Celtic (Keltik atau Seltik), walaupun terkadang diutarakan sebagai falsafah purba yang romantis terdiri atas adat dan pengetahuan magis atau gaib, masih bergema di zaman sekarang dengan akar-akarnya yang terbenam dalam-dalam di dalam jiwa Alam. Entah menghormati tradisi penyembahan .