Sejarah Kepercayaan Bangsa Celtic

Bangsa Celt adalah bangsa yang bermigrasi dengan jejak yang dapat ditelusuri dari akar-akar rumpun keturunan Indo-Eropa pada masa awal, masing-masing suku atau klan mencari negeri baru dan membawa bersama mereka sejarah dan tradisi dari leluhur mereka. Seiring berjalannya waktu, mereka menetap terutama di wilayah sepanjang bagian utara Wales, Skotlandia, Jerman, Inggris, dan Irlandia. Ribuan tahun setelah kedatangan mereka, agama Kristen muncul diperkenalkan, dan memudarkan banyak tradisi Celtic.

Para dewa dan dewi pada masa awal bangsa Celt yang dengan mudah bisa berbaur (dalam perilaku, perbuatan, ataupun tujuan) dengan sifat-sifat yang baru muncul dalam agama Kristen diberi nama baru sebagai Orang Suci atau Santo dan dengan demikian memainkan peran penting dalam transformasi budaya agama yang baru. Para dewa yang berdiri menentang Ke-Esaan Allah dikutuk sebagai hal yang jahat dan dengan demikian harus dibuang.

Meskipun begitu, melintasi zaman demi zaman, minat besar mereka terhadap alam dan kepercayaan mereka yang mendalam kepada roh-roh Dunia Lain (peri, dewa, dan dewi) dan siklus kehidupan pada lingkungan negeri tetap bertahan. Jejak-jejak Celtic dari masa lalu dan sekarang ter cakup di dalam inti banyak ajaran agama. Umat Kristen Celtic zaman sekarang maupun non-Kristen meneruskan warisan leluhur mereka melalui persembahan nazar kepada para dewi dan orang suci di sumber air dan sumur keramat, sementara merangkul minat sangat besar terhadap Bumi itu sendiri sebagai kesatuan yang keramat dan hidup.

Sering dianggap sebagai “fantasi” setempat oleh para teolog, wajah spiritualitas Celtic menderita karena kurangnya rasa hormat tradisional karena kemuliaannya bukan saja terhadap satu ilah, tetapi kepada banyak ilah. Bangsa Celt memuja para dewa pegunungan, sungai, langit, dan lautan. Tiap suku atau klan menghubungkan dewa mereka dengan sebuah “tempat” spesifik, kesuburan tanah yang luar biasa, perlindungan yang diberikan hutan, atau keagungan lautan.

Akan tetapi, mereka juga menghormati tak perlu dipertanyakan lagi-para dewata yang bersifat sama dan berkuasa sama yang dipuja suku-suku lain. Dalam banyak hal, para dewa berbagi nama yang mirip. Sesungguhnya, mitologi Yunani berbicara mengenai beberapa dewa dan dewi yang berbagi sifat kepahlawanan, kekuatan, dan kesuburan yang sama dengan para dewa dari kepercayaan tradisional Celtic.