Nama-Nya, yang berarti "Ular Berbulu" (Quetzalli—bulu burung pelangi yang berharga; Coatl—ular yang melata di bumi), adalah sebuah paradoks kosmik.
Beliau adalah Aset/Eset, yang oleh dunia luar dikenal sebagai Isis. Ia adalah esensi dari sihir itu sendiri—Heka yang bernapas.
Mitos kuno menceritakan bahwa Ares tidak lahir dari penyatuan biologis antara Zeus dan Hera, melainkan dari retakan pertama dalam tatanan surgawi.
Osiris lahir dengan kulit sewarna lumpur subur Sungai Nil dan mata yang memantulkan hijaunya tunas gandum yang baru tumbuh.
Ashera adalah sang penenun abadi yang mengurbankan wujud ilahinya menjadi akar dunia demi menjaga denyut kehidupan dari kepunahan.
Kisah ini bermula dari ramalan kuno bahwa Metis (Dewi Kebijaksanaan) akan melahirkan putra yang menggulingkan Zeus.
Dalam legenda lisan yang dibisikkan para tetua, dikatakan bahwa saat Freyja menangis, air matanya berubah menjadi emas merah saat menyentuh tanah dan
Sebelum tatanan surga tercipta, alam semesta berada di bawah cengkeraman Cronus, Titan Waktu yang tiran.
Anak itu adalah Thor (atau Donar dalam lidah kuno), sebuah jembatan hidup antara tatanan surgawi dan kekuatan alam yang liar.
Ásgardr (Ásgarðr) atau Asgard secara harfiah artinya "bagian Ás". Æsir (singular: Ás) adalah kelompok dewata tertinggi yang merupakan dewa-dewi terkuat penjaga 9 dunia (termasuk pohon Yggdrasíl) yang dipimpin oleh dewa Odin.