Dewa Odin – Pemimpin Para Dewa Skandinavia
Odin
Odin (Óðin) adalah dewa pemimpin para Æsir, dewa penguasa Ásgardr, sekaligus dewa pelindung sembilan dunia dan pohon Yggdrasíl. Pada akhirnya dia akan gugur dalam perang akhir zaman Ragnarök. Odin sendiri adalah putra dari dewa Bor dan dewi Bestla, cucu dari dewa pertama Búri. Permaisuri Odin adalah dewi Frigga yang menjadi ibu tiri Thor. Odin bersemayam di Ásgardr, tepatnya di aula yang paling megah yang disebut Valhalla/Valhöll bersama arwah para martir/syahid dan einherjar (arwah orang-orang yang gugur dalam duel single/dikeroyok). Setiap malam, dia mengadakan pesta dengan para martir dan einherjar. Dia bertahta di aula pribadinya yang disebut Valáskialf. Sementara dari aula yang disebut Hlidskialf, dia bisa melihat sembilan dunia dengan sangat detil. Odin bersenjatakan tombak sakti yang disebut Gungnir dan cincin sakti yang disebut Draupner. Draupner yang dibuat oleh sepasang kurcaci Dvergr kembar, yaitu Brokk dan Eiti. Sementara itu, Odin memiliki dua ekor serigala yang bernama Freki dan Geri sebagai pengawalnya. Dia juga punya dua ekor gagak yang bertugas membawa berita dari seluruh penjuru dunia untuk dirinya, yaitu Hugínn (pikiran) dan Muninn (ingatan). Kendaraan yang digunakannya adalah seekor kuda astral berkaki delapan yang bernama Sleipnir, anaknya Loki. Karena tugasnya memimpin, menguasai, dan menguasai seluruh alam/dunia, maka Odin dijuluki sebagai “Bapak Dari Semuanya” (Allfather). Dalam beberapa lukisan, Odin kadang-kadang diilustrasikan bermata satu sebagai bentuk pengorbanannya mendapatkan mata air Mímir di Mímisbrunnr (kisahnya nanti akan dicantumkan di bagian Mímisbrunnr).
Mengenai Odin, ada hal yang menarik yang patut diketahui. Dalam berbagai urban legends seantero Eropa masa lampau, setiap malam antara malam-malam musim dingin tanggal 31 Oktober sampai 30 April, segerombolan makhluk-makhluk astral berkuda berburu roh-roh gentayangan atau makhluk-makhluk astral liar. Banyak saksi mata yang melihat gerombolan arwah berkuda tsb yang konon dipimpin oleh Odin yang sedang berburu hantu. Konon pula, apabila seseorang melihat gerombolan berkuda itu pada saat perayaan ibadah yule setiap tanggal 21 Desember, maka berarti itu adalah akhir dari hidup orang tsb.
“Odin and Yggdrasil Sacrifice”(1895) oleh Lorenz Frølich
Pengorbanan Odin dalam membentuk pohon Yggdrasíl

“Odin rides Sleipnir” (1895) oleh Lorenz Frølich
Odin mengendarai Sleipnir, kuda astral berkaki delapan anaknya Loki

“Wotan takes leave of Brunhild” (1892) karya Konrad Dielitz
Odin menghukum dewi Brynhild sang valkyríe menjadi manusia, ibunda dari Putri Aslaug

“Åsgårdsreien” (1872) karya Peter Nicolai Arbo
Penampakan arwah pasukan berkuda pimpinan Odin di malam-malam musim dingin

Lempeng “Fin” (DR BR42) tipe C di Denmark memuat figur Odin
Lempeng ini satu seri dalam temuan arkeologis praktik sihir Rune “Alu”

Altar rumahan milik umat Neopagan Heathenry di Swedia

Totem warna merah paling depan adalah Thor dan dua palu lambang Mjölnir di depan
dua totem besar di belakang adalah Odin dan Freyr
tiga totem di depan lukisan Sunna adalah trio Nornir penentu takdir: Urdr, Verdandi, dan Skuld