Alam Semesta Bagi Bangsa Skandinavia

Asal Usul 9 Dunia

Dari tebing terjal yang disebut fjord, para leluhur Bangsa Nordik dapat mengamati langit malam yang dipenuhi keindahan Bimasakti (Milky Way), namun mereka tidak tahu jika Bumi berada dalam sekitar ujung spiral Milky Way.

Yang mereka ketahui adalah bahwa Alam Semesta yang nampak di langit penuh misteri. Kemunculan aurora juga sering seiring dengan kemencengan Bumi di daerah mereka sehingga terlihat seperti “jembatan”. Maka dari itu, tidaklah heran mereka berusaha menyingkap misteri tentang alam semesta dengan sederet mitos yang panjang agar mereka tidak takut menghadapi kehidupan Skandinavia yang liar dan juga penuh misteri.

Tebing Fjord

Tapi, jangan ditanyakan asal-usul alam semesta. Apabila kita iseng bermain cocokologi dengan sains, ide sentral hipotesis Big Bounce dalam dunia fisika tampak sejalan dengan konsep alam semesta menurut masyarakat Nordik bahwa alam semesta ini sudah ada dari sananya.

Sementara itu, pernak-pernik alam semesta berupa dunia dan kehidupannya bersifat siklis, muncul hancur muncul hancur begitulah adanya, bagaikan sebuah roda yang berputar. Itu pulalah yang tersirat dalam kisah mengenai perang akhir zaman Ragnarök. Pasca kehancuran pohon Yggdrasíl, dunia baru muncul, dewa baru muncul, manusia baru muncul, kehidupan baru muncul.

Sementara itu, pernak-pernik alam semesta berupa dunia dan kehidupannya bersifat siklis, muncul hancur muncul hancur begitulah adanya, bagaikan sebuah roda yang berputar. Itu pulalah yang tersirat dalam kisah mengenai perang akhir zaman Ragnarök. Pasca kehancuran pohon Yggdrasíl, dunia baru muncul, dewa baru muncul, manusia baru muncul, kehidupan baru muncul.

Penciptaan

Setidaknya ada satu puisi di “Prose Edda” yaitu puisi Gylfaginning, dimana Raja Gylfi, seorang raja saga yang merayu dewi Gefjon untuk menciptakan sebuah pulau untuknya, yaitu pulau Sjælland (Zealand).

Raja Gylfi pernah berguru dengan dewa Odin dan jelmaannya, trio High, mengenai kelahiran sembilan dunia. Sang Raja bertanya tentang asal-mula dunia. Odin menjelaskan bahwa Alam semesta pada dasarnya terdiri atas tiga dunia saja, di sisi utara yaitu dunia es yang disebut Niflheimr, di tengah yaitu sebuah jurang kekosongan (void) yang disebut Ginnungagap, dan di sisi selatan yaitu dunia api yang disebut Muspelheimr.

3 Pohon 3 Dunia

Dari Niflheimr, kabut es selalu muncul dari dalam mata air Hvergelmer dan membentuk aliran air yang mengaliri sebelas sungai yang disebut Élivágar. Élivágar yang berisi berbagai macam racun es ini bermuara ke Ginnungagap. Sementara dari Muspelheimr, percikan api dan lahar juga mengalir bermuara ke Ginnungagap.

Dari dua unsur berbeda yang berpautan satu sama lain ini menghasilkan dua makhluk berbeda juga, yaitu seekor sapi betina purba yang bernama Audumbla dan sesosok makhluk raksasa aseksual yang bernama Aurgelmir (Jötunn pertama). Untuk bertahan hidup, Aurgelmir meminum susu Audumbla, sedangkan Audumbla menjilati bongkahan es yang asin.

Audumbla, Aurgelmir dan Buri

Dari hari ke hari, bongkahan es yang dijilati Audumbla lama-lama berbentuk menyerupai manusia dan jadilah dewa pertama, Búri. Sementara itu, Aurgelmir melahirkan dua jenis makhluk raksasa laki-laki dan perempuan dari tubuhnya, yang laki-laki dari kakinya dan yang perempuan dari tangannya. Kedua raksasa itu bersatu membentuk monster raksasa berkepala enam dan memperanakkan Thrúdgelmir, raksasa pembeku (frost ettin) pertama. Darinya beranak-pinaklah raksasa-raksasa Jötunn generasi pertama, salah satunya Bölthorn dan putrinya, Bestla.

Dewa Búri kemudian memperanakkan dewa Borr yang kemudian mengawini Bestla. Dari mereka, lahirlah “triad” (trio dewa pencipta), yaitu Odin, Vili, dan Vé. Adapun konflik antara dewa dan raksasa bermula pada generasi ketiga dimana saat itu Aurgelmir masih hidup. Triad kemudian membunuh Aurgelmir dan membuat tubuhnya sebagai fondasi atas dunia yang mereka ciptakan. Tubuh Aurgelmir berubah menjadi tanah/bumi, darahnya menjadi lautan, tulang-tulangnya menjadi pegunungan, rambut dan giginya menjadi pohon dan batu. Sedangkan tengkoraknya digantung di udara dan diubah menjadi langit. Odin lalu melihat ada beberapa binatang purba yang muncul dan menggerogoti tanah, untuk itu dia mengubah mereka menjadi kurcaci (dverģr/dwarf) yang kemudian ditugaskan untuk menambang bebatuan.

Dari tanah dan lautan itu, sang triad juga membuat dua manusia pertama pria dan wanita, Ask dan Embla. Odin kemudian menugaskan ketiga nornir (roh-roh bijaksana penentu takdir), Urdr, Verdandi, dan Skuld untuk membuat benih dari mata air pengetahuan mereka sebuah pohon abu untuk memisahkan dunia di tengah dengan Niflheimr dan Muspelheimr, dua dunia horror di utara dan selatan, agar manusia tidak “nyasar” ke sana. Setelah pohon abu kosmik yang disebut Pohon Yggdrasíl itu tumbuh, Urdr pun membuat sumur di bawahnya yang mengalir ke puncak pohon. Di puncaknyalah, Odin membangun Ásgardr bersama para dewa dan manusia. Dari pohon Yggdrasíl pula, Odin menciptakan Midgardr dan Jötunheimr di tengah untuk manusia dan para Jötunn (Jötnar).

Sejak itulah alam semesta hingga kini terdiri atas sembilan dunia dimana empat atau lima di antaranya terletak di pohon kosmik Yggdrasíl, termasuk dunia kita yaitu Midgardr. Dari sembilan dunia itu, semuanya berada di bawah pimpinan para dewata Æsir dan Vanir di Ásgardr dan Vanaheimr, dikuasai oleh dewa Odin sebagai dewa penguasa tunggal. Demikianlah pengajaran Dewa Odin kepada Raja Gylfi.