Hrungnir Raksana Sang Penantang Dewa Odin

Hrungnir, seorang raksasa batu yang berasal dari Griotunagardar, sebuah desa di Jötunheimr, dunia para raksasa. Dia menganggap dirinya sebagai raksasa terkuat di antara semua Jötnar dan memiliki kuda astral berbulu emas bernama Gullfaxi yang dia klaim sebagai kuda terkencang. Namun, Odin, raja para dewa, tidak setuju dengan klaimnya. Odin berkata bahwa Sleipnir, kuda berkaki delapan yang lahir dari Loki dan menjadi tunggangannya, adalah kuda terkencang. Odin juga berkata bahwa tidak ada Jötunn yang bisa menandingi kekuatan para penghuni Ásgardr, dunia para dewa. Hrungnir merasa tersinggung dan pergi ke Ásgardr tanpa membawa senjata. Dia mengancam akan menghancurkan Ásgardr dan membunuh semua Æsir kecuali Freya dan Síf, dua dewi yang dia inginkan sebagai selir. Thor, dewa petir dan suami Síf, sangat marah dan menantang Hrungnir untuk bertarung. Hrungnir menerima tantangan Thor dan menyuruh Thor datang ke Griotunagardar. Di sana, para raksasa yang lain membuat raksasa dari tanah liat bernama Mokkurkalfi untuk membantu Hrungnir melawan Thor. Mokkurkalfi memiliki ukuran yang sangat besar, tingginya 9 hasta dan lebarnya 3 hasta.
Dalam pertarungan, Thor berhasil menghancurkan Mokkurkalfi hingga hancur separuh. Thor lalu melempar palu gada Mjölnir ke arah kepala Hrungnir dan memecahkan batu di kepalanya hingga berkeping-keping sehingga Hrungnir tewas. Tubuhnya jatuh di atas Thor dan menindihnya. Thor tidak bisa melepaskan diri dari tubuh Hrungnir dan dibantu oleh putranya, Magni. Thor kemudian memberikan Gullfaxi kepada Magni sebagai hadiah dan Gullfaxi menjadi tunggangan Magni.
Quote:“Thor slays Hungnir”(1865) karya Ludwig Pietsch
Thor melemparkan Mjölnir nya ke arah Hrungnir![]()